Sen Sel Rab Kam Jum Sab Min
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM)

TBSM

Teknik dan Bisnis Sepeda Motor

Teknik dan Bisnis Sepeda Motor adalah kompetensi keahlian pada Bidang Studi Keahlian Teknologi dan Rekayasa Program Studi Keahlian Teknik Otomotif yang menekankan pada keterampilan pelayanan jasa mekanik kendaraan sepeda motor roda dua. Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor menyiapkan peserta didik untuk bekerja pada bidang pekerjaan yang dikelola oleh badan, instansi atau perusahaan maupun pribadi (wirausaha).

Tujuan Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor secara umum mengacu pada isi Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SPN) pasal 3 mengenai Tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.

TUJUAN KOMPETENSI KEAHLIAN KEAHLIAN TEKNIK DAN BISINIS SEPEDA MOTOR

Secara khusus tujuan kompetensi keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor adalah membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yaitu :

  1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik,
  2. Mendidik peserta diklat agar menjadi warga negara yang bertanggungjawab,
  3. Mendidik peserta diklat agar dapat menerapkan hidup sehat, memiliki wawasan pengetahuan dan seni,
  4. Mendidik peserta diklat dengan keahlian dan keterampilan agar kompeten dalam bidang keahlian teknik sepeda motor, agar dapat bekerja baik secara mandiri atau mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah,
  5. Mendidik peserta diklat agar mampu memilih karier, berkompetisi dan mengembangkan sikap profesional,
  6. Membekali peserta diklat dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal bagi yang berminat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau universitas

Kompetensi yang diajarkan di Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor di SMK Muhammadiyah Kramat meliputi :

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN

  • Memahami dasar-dasar mesin
  • Memahami proses-proses dasar otomotif
  • Menjelaskan proses-proses mesin konversi energi
  • Menginterpretasikan gambar teknik
  • Menggunakan peralatan dan perlengkapan di tempat kerja
  • Menggunakan alat-alat ukur (measuring tools)
  • Menerapkan prosedur keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan tempat kerja

KOMPETENSI KEJURUAN 

  • Melakukan perbaikan sistem hidrolik sepeda motor 
  • Memperbaiki sistem gas buang 
  • Memelihara baterai 
  • Melaksanakan overhaul kepala silinder 
  • Melakukan overhaulsistem pendingin berikut komponen-komponennya 
  • Melakukan perbaikan sistem bahan bakar sepeda motor 
  • Melakukan perbaikan enginesepeda motor berikut komponen-komponennya 
  • Melakukan perbaikan unit kopling sepeda motor berikut komponen-komponen sistem pengoperasiannya 
  • Melakukan perbaikan sistem transmisi manual 
  • Melakukan perbaikan sistem transmisi otomatis 
  • Melakukan perbaikan sistem rem 
  • Melakukan perbaikan sistem suspensi 
  • Melaksanakan pekerjaan servis pada roda, ban, dan rantai 
  • Melakukan perbaikan ringan pada rangkaian sistem kelistrikan dan instrumen 
  • Melakukan perbaikan sistem starter 
  • Melakukan perbaikan sistem pengisian 
  • Melakukan perbaikan sistem pengapian 

RUANG LINGKUP PEKERJAAN

Bidang pekerjaan yang dapat diisi oleh tamatan Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor antara lain : 

  • Teknisi atau Mekanik pada Bengkel Sepeda Motor 
  • Teknisi perakitan atau teknisi produksi pada industri Sepeda Motor. 
  • Wirausahawan dalam bidang Otomotif (Bengkel Sepeda Motor). 

 

Ruang Praktek atau Bengkel Teknik Bisnis Sepeda Motor

 

TSM

TSM

TSM

Teknik Kendaraan Ringan (TKR)

TKR

 

 

TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif adalah sebuah ilmu yang mempelajari kompetisi keahlian bidang teknik otomotif yang menekankan pada bidang jasa perbaikan kendaraan ringan (mobil). Tujuan kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif adalah untuk membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap pada dunia otomotif. 

Tujuan Khusus Teknik Kenderaan Ringan Otomotif :Program Keahlian Teknik Otomotif Kompetensi Teknik Kendaraan Ringan Otomotif sebagai bagian dari pendidikan menengah, bertujuan menyiapkan siswa / tamatan:

  1. Untuk memasuki lapangan kerja mekanik otomotif serta mengembangkan sikap profesional dalam bidang Teknik Kenderaan Ringan Otomotif.

  2. Menyiapkan siswa agar mampu memilih karir, mampu berkompetisi dan mampu mengembangkan diri dalam lingkup keahlian teknik otomotif, khususnya teknik Kenderaan Ringan

  3. Menyiapkan siswa untuk mengisi tenaga kerja tingkat menengah yang mandiri (bekerja untuk dirinya sendiri) dan untuk mengisi kebutuhan dunia kerja yang berkaitan dengan Teknik Kenderaan Ringan Otomotif.

  4. Menyiapkan tamatan agar menjadi warga Negara yang produktif, adaptif dan kreatif khususnya yang berkaitan dengan teknik Kenderaan Ringan Otomotif.

 Lulusan kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif bekali dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam perawatan dan perbaikan motor otomotif, Perawatan dan perbaikan system pemindah tenaga otomotif,  Perawatan dan perbaikan chasis dan suspense otomotif, Perawatan dan perbaikan system kelistrikan otomotif serta dibekali kemampuan dalam berwirausaha sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat, dunia industri

Secara khusus tujuan Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan adalah membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten:

1. Memahami dasar-dasar mesin.

2. Memahami proses-proses dasar pembentukan logam.

3. Menjelaskan proses-proses mesin konversi energi.

4. Menginterpretasikan gambar teknik.

5. Menggunakan peralatan dan perlengkapan di tempat kerja.

6. Menggunakan alat-alat ukur (measuring tools).

7. Menerapkan prosedur keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan tempat kerja.

8. Memperbaiki sistem hidrolik dan kompresor udara.

9. Melaksanakan prosedur pengelasan, pematrian, pemotongan dengan panas dan     pemanasan.

10. Melakukan overhaul sistem pendingin dan komponen– komponennya.

11. Memelihara/servis sistem bahan bakar bensin.

12. Memperbaiki sistem injeksi bahan bakar diesel.

13. Memeliharaan/servis engine dan komponen-komponen- nya.

14. Memperbaiki unit kopling dan komponen-komponen sistem pengoperasian.

15. Memelihara transmisi.

16. Memelihara unit final drive/ garden.

17. Memperbaiki poros penggerak roda.

18. Memperbaiki roda dan ban.

19. Memperbaiki sistem rem.

20. Memperbaiki sistem kemudi.

21. Memperbaiki sistem suspensi.

22. Memelihara baterai.

23. Memperbaiki kerusakan ringan pada rangkaian/ sistem kelistrikan, pengaman dan kelengkapan tambahan.

24. Memperbaiki sistem pengapian.

25. Memperbaiki sistim starter dan pengisian.

26. Memelihara/servis sistem AC (Air Conditioner).

Ruang Praktek atau Bengkel Teknik Kendaraan Ringan 

 

TKR

TKR

TKR

TKR

TKR

Program Studi

PROGRAM STUDI SMK MUHAMMADIYAH KRAMAT

 elegant 1769669 960 720

  1. TEKNIK AUDIO VIDEO
  2. TEKNIK KENDARAAN RINGAN
  3. TEKNIK BISNIS SEPEDA MOTOR-HONDA
  4. TEKNIK PEMESINAN
  5. MULTIMEDIA

smk

KLIK DISINI

Teknik Pemesinan (TPM)

TPM

 

 

TEKNIK PEMESINAN

Teknik permesinan adalah suatu jurusan yang mempelajari cara memproduksi barang-barang teknik dengan menggunakan berbagai macam mesin. Teknik Permesinan merupakan suatu jurusan yang mendorong siswa untuk memiliki keahlian dalam mengoperasikan, menyeting, serta menentukan ukuran mesin-mesin produksi. Dalam hal lain Teknik Permesinan juga mendidik siswa untuk mempunyai pemikiran inovatif dan kreatif. Berikut ini berbagai macam mesin yang dipelajari oleh para siswa teknik permesinan di SMK Muhammadiyah Kramat : 

MESIN BUBUT  

Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan. 

       Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir. 

Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci. 

 

MESIN SEKRUP  

 

     Mesin sekrap (shaping machine) disebut pula mesin ketam atau serut. Mesin ini digunakan untuk mengerjakan bidang-bidang yang rata, cembung, cekung, beralur, dan lain-lain pada posisi mendatar, tegak, ataupun miring. Mesin sekrap adalah suatu mesin perkakas dengan gerakan utama lurus bolak-balik secara vertikal maupun horizontal. 

      Prinsip pengerjaan pada mesin sekrap adalah benda yang disayat atau dipotong dalam keadaan diam (dijepit pada ragum) kemudian pahat bergerak lurus bolak-balik atau maju mundur melakukan penyayatan. Hasil gerakan maju mundur lengan mesin/pahat diperoleh dari motor yang dihubungkan dengan roda bertingkat melalui sabuk (belt). Dari roda bertingkat, putaran diteruskan ke roda gigi antara dan dihubungkan ke roda gigi penggerak engkol yang besar. Roda gigi tersebut beralur dan dipasang engkol melalui tap. Jika roda gigi berputar maka tap engkol berputar eksentrik menghasilkan gerakan maju mundur lengan. Kedudukan tap dapat digeser sehingga panjang eksentrik berubah dan berarti pula panjang langkah berubah.  

MESIN FRAIS 

      Mesin Milling adalah mesin perkakas untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu benda kerja dengan mempergunakan pisau Milling (cutter) sebagai pahat penyayat yang berputar pada sumbu mesin. Mesin Milling termasuk mesin perkakas yang mempunyai gerak utama yang berputar, Pisau Fris dipasang pada sumbu/arbormesin yang didukung dengan alat pendukung arbor, jika arbor mesin berputar melalui suatu putaran motor listrik maka pisau Fris akan ikut berputar, arbor mesin dapat ikut berputar kekanan dan kekiri sedangkan banyaknya putaran dapat diatur sesuai kebutuhan. 

      Prinsip kerja dari mesin Fris yaitu pahat potong/pemotong Fris melakukan gerak rotasi dan benda kerja dihantarkan pada pemotong Fris tersebut. 

      Milling (Fris) adalah proses menghilangkan/pengambilan fatal-fatal dari bahan atau benda kerja dengan pertolongan dari alat potong yang berputar dan mempunyai sisi potong, kecuali pahat potong yang bersisi tunggal yang juga digunakan. 

MESIN CNC 

      Numerical Control / NC (berarti "kontrol numerik") merupakan sistem otomatisasi Mesin perkakas yang dioperasikan oleh perintah yang diprogram secara abstark dan disimpan dimedia penyimpanan, hal ini berlawanan dengan kebiasaan sebelumnya dimana mesin perkakas biasanya dikontrol dengan putaran tangan atau otomatisasi sederhana menggunakan cam. Kata NC sendiri adalah singkatan dalam Bahasa inggris dari kata Numerical Control yang artinya Kontrol Numerik. Mesin NC pertama diciptakan pertama kali pada tahun 40-an dan 50-an, dengan memodifikasi Mesin perkakas biasa. Dalam hal ini Mesin perkakas biasa ditambahkan dengan motor yang akan menggerakan pengontrol mengikuti titik-titik yang dimasukan kedalam sistem oleh perekam kertas. Mesin perpaduan antara servo motor dan mekanis ini segera digantikan dengan sistem analog dan kemudian komputer digital, menciptakan Mesin perkakas modern yang disebut Mesin CNC (computer numerical control) yang dikemudian hari telah merevolusi proses desain. Saat ini mesin CNC mempunyai hubungan yang sangat erat dengan program CAD. Mesin-mesin CNC dibangun untuk menjawab tantangan di dunia manufaktur modern. Dengan mesin CNC, ketelitian suatu produk dapat dijamin hingga 1/100 mm lebih, pengerjaan produk masal dengan hasil yang sama persis dan waktu permesinan yang cepat. 

NC/CNC terdiri dari tiga bagian utama : 

  1. Progam
  2. Control Unit/Processor
  3. Motorlistrikservo untuk menggerakan kontrol pahat 
  4. Motorlistrikuntuk menggerakan/memutar pahat 
  5. Pahat
  6. Dudukandan pemegang 

Prinsip kerja NC/CNC secara sederhana dapat diuraikan sebagai berikut : 

  1. Programer membuat program CNC sesuai produk yang akan dibuat dengan cara pengetikan langsung pada mesin CNC maupun dibuat pada komputer dengan software pemrogaman CNC. 
  1. Program CNC tersebut, lebih dikenal sebagai G-Code, seterusnya dikirim dan dieksekusi oleh prosesor pada mesin CNC menghasilkan pengaturan motor servo pada mesin untuk menggerakan perkakas yang bergerak melakukan proses permesinan hingga menghasilkan produk sesuai program.  

Adapun pembelajaran keahlian lain yaitu: 

  1. Las
  2. Gerinda

        Banyak orang yang mengira Teknik Permesinan hanya mempelajari cara mengutak-atik komponen-komponen berbagai macam mesin ataupun benda bermesin saja. Namun yang dilakuakn di SMK Muhammadiyah Kramat yaitu memproduksi berbagai macam produk- produk teknik yang sangat dibutuhkan ber bagai macam konsumen, baik itu mekanik, supplier, kontraktor atau yang lainnya. Jadi yang dilakuan siswa Teknik Permesinan yaitu memproduksi, menyeting, menentukan ukuran, bukan yang lain yang dikira oleh para orang-orang yang kurang paham akan Teknik Permesinan. 

Tujuan Progam Keahlian Teknik Pemesinan 

            Tujuan Program Keahlian Teknik Pemesinan secara umum mengacu pada isi Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SPN) pasal 3 mengenai Tujuan Pendidikan Nasional dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Secara khusus tujuan Program Keahlian Teknik Pemesinan adalah membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten: 

  1. bekerja baik secara mandiri atau mengisi lowongan pekerjaan yang ada didunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengahdalam bidang Teknik Pemesinan; 
  1. memilih karir, berkompetisi, dan mengembangkan sikap profesional dalambidang Teknik Pemesinan. 

Kompetensi Progam Keahlian Teknik Pemesinan 

Standar kompetensi yang digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum Program Keahlian Teknik Pemesinan adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada Bidang Industri Logam dan Mesin. Standar kompetensi dan level kualifikasi keahlian Teknik Pemesinan dapat digambarkan sebagai berikut : 


  1. Memahami dasar kekuatan bahan dan komponen mesin 
  1. Memahami prinsip dasar kelistrikan dan konversi energi 
  1. Memahami proses dasar perlakuan logam 
  1. Memahami proses dasar teknik mesin 
  1. Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) 
  1. Menggunakan peralatan pembandingan dan/atau alat ukur dasar 
  1. Mengukur dengan alat ukur mekanik presisi 
  1. Menggunakan perkakas bertenaga/operasi digenggam 
  1. Menggunakan perkakas tangan 
  1. Menginterpretasikan sketsa 
  1. Melaksanakan penanganan material secara manual 
  1. Menggunakan mesin untuk operasi dasar 
  1. Membaca gambar teknik 
  1. Melakukan pekerjaan dengan mesin bubut 
  1. Melakukan pekerjaan dengan mesin frais 
  1. Melakukan pekerjaan dengan mesin gerinda 
  1. Mengeset mesin dan program mesin NC/CNC (dasar) 
  1. Memprogram mesin NC/CNC (dasar) 
  1. Menggunakan mesin bubut (kompleks) 
  1. Memfrais (kompleks) 
  1. Menggerinda pahat dan alat potong 
  1. Mengoperasikan mesin NC/CNC (Dasar) 
  1. Mengelas dengan proses las busur metal manual 
  1. Mengelas dengan proses las oksi-asetilen 
  1. Kerja Plat Dasar 
  1. Menggambar 2D dengan sistem CAD 
  1. Menggambar 3D dengan sistem CAD 

Ruang Praktek atau Bengkel Teknik Pemesinan  

 

TPM

TPM

TPM

TPM

TPM

Multimedia (MM)

MM

Multimedia

MULTIMEDIAini berasal dari 2 kata yaitu MULTI dan MEDIA Multi berarti banyak. Media berarti perantara. Pengertian multimedia secara utuh berarti Kombinasi atau penggabungan dari beberapa media seperti teks, audio, video, animasi, gambar yang disajikan dalam penggunaan komputer dengan bantuan tool dan link sehingga menghasilkan presentasi yang menarik.

Kategori dalam multimedia terdapat 2 macam, yaitu Multimedia Communicationdan Multimedia Content Production. Pengertian dari Multimedia Communication adalah penggunaan media yang memiliki fungsi mempublikasikan informasi. Dalam kategori ini media yang digunakan adalah TV, Radio, Film, Game, Musik, Entertaiment, Tutorial, Internet, dan Media Cetak. Dengan adanya multimedia komunikasi ini akan mempermudah pengguna dalam menyampaikan dan mendapatkan informasi.

MM

Selanjutnya Multimedia Content Production adalahpenggunaan beberapa media yang berbeda seperti Teks, Animasi, Audio, Video, gambar (grafik) yang dipadukan untuk mengasilkan produk multimedia seperti musik, game, film, entertainment, dll. Dalam kategori multimedia content production menggunakan media sebagai berikut :

  • Media tulisan (Teks)
  • Media Suara (Audio)
  • Media Video
  • Media Gambar (Grafik)
  • Media Animasi
  • Media Efek Khusus (Special Effect)
  • Media Interaktif (Interactivity)

Kegiatan Prakter Multimedia

MM MM MM

Artikel Selanjutnya...

  1. Teknik Audio Video (TAV)