You are currently viewing Penggunaan Microsoft Teams dalam Proses Pembelajaran Jarak Jauh

Penggunaan Microsoft Teams dalam Proses Pembelajaran Jarak Jauh

Belakangan ini dunia telah digegerkan oleh virus Covid-19 yang merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Virus Corona. Pada mulanya penyakit ini terjadi karena adanya kasus pneumonia pada tanggal 12 Desember 2019 di Wuhan China. Kejadian tersebut dialami oleh pedagang pasar ikan Huanan yang juga menjual binatang ternak dan hewan liar. Pneumonia atau yang lebih dikenal dengan istilah paru-paru basah merupakan infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantong-kantong udara di paru-paru (Sahin et al., 2020).

Dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), pada tanggal 30 Januari 2020 WHO menetapkan kejadian tersebut sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD)/Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) dan pada tanggal 11 Maret 2020, WHO sudah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi.

Langkah PSBB adalah strategi yang efektif untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona. Tentu saja hal ini harus didasari oleh kesadaran masyarakat untuk tidak berkumpul dan tetap mematuhi protokol yang ada ketika berada diluar rumah. Langkah PSBB lebih tepat jika dibandingkan dengan Lockdwon, karena masyarakat sama sekali tidak diperbolehkan untuk keluar rumah, segala transportasi mulai dari mobil, motor, kereta api, hingga pesawat pun tidak dapat beroperasi, dan bahkan aktivitas perkantoran bisa dihentikan semuanya jika terjadi Lockdown, maka dari itu langkah PSBB jauh lebih baik diterapkan (Nasruddin & Haq, 2020).

Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Pemerintah Daerah menetapkan kebijakan untuk meliburkan siswa dan belajar di rumah dengan sistem pembelajaran daring. Terhitung sejak tanggal 16 Maret 2020 kebijakan tersebut diterapkan, sehingga menjadikan berbagai sekolah untuk melakukan pembelajaran secara daring. Salah satu sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran daring adalah SMK Muhammadiyah Kramat.

Selama proses pembelajaran daring dilakukan, SMK Muhammadiyah Kramat menggunakan media pembelajaran online berupa Microsoft Teams for Education yang dapat diakses secara gratif oleh guru, siswa serta staf di sekolah. Fitur-fitur pada Microsoft Teams menyatukan percakapan, konten, penugasan dan video converence dalam satu aplikasi. Guru dapat membagikan file, mendistribusikan tugas, menilai tugas dan dapat berkomunikasi dengan siswa secara langsung dengan fitur video converence. Sebelum menggunakan aplikasi Microsoft Teams, operator sekolah membuat akun untuk Guru dan siswa.

Penggunaan Microsoft Teams yang tergolong baru mengharuskan guru dan siswa untuk menyesuaikan diri menguasai sistem pembelajaran daring, sehingga sebelum pemberlakuan secara resmi, wali kelas membantu siswa melalui grup kelas untuk memandu penggunaan aplikasi tersebut.

Beberapa kelebihan yang dirasakan selama penggunaan Microsoft Teams:

  • Mudah memulai video converence
    • Guru dapat berinteraksi dengan siswa melalui fitur “rapat” yang disediakan oleh C tanpa harus menginstal aplikasi baru karena Microsoft Teams sudah menyedikan fitur video converence. Memalui fitur ini, guru dapat menjelaskan materi, menampilkan video pembelajaran maupun tanya jawab terkait materi yang belum dipahami siswa.
  • Terintegrasi dengan aplikasi Microsoft lainnya
    • Guru dapat membuat tugas melalui integrasi dengan Formulir Office. Selain itu, Guru dapat mendistribusikan, menilai tugas siswa, dan memberikan umpan balik melalui Teams menggunakan Assignments tab.

Namun selain adanya kelebihan, terdapat kendala yang dirasakan siswa selama penggunaan Microsoft Teams yaitu ukuran file yang cukup besar, sehingga terdapat siswa yang kesulitan menginstal aplikasi Microsoft Teams dikarenakan spesifikasi smartphone yang digunakan kurang mendukung.

Penulis: Eka Nur Afifah

Daftar Pustaka

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), (2020).

Nasruddin, R., & Haq, I. (2020). Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan masyarakat berpenghasilan rendah. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 7(7), 639–648.

Sahin, A.-R., Erdogan, A., Agaoglu, P. M., Dineri, Y., Cakirci, A. Y., Senel, M. E., Okyay, R. A., & Tasdogan, A. M. (2020). 2019 novel coronavirus (COVID-19) outbreak: a review of the current literature. EJMO, 4(1), 1–7.

Tinggalkan Balasan