Implementasi Link And Match Melalui Kunjungan Industri

  • Cetak

Melalui (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016, Presiden menegaskan perlunya revitalisasi SMK untuk meningkatkan kualitas SDM. Inpres tersebut bertujuan untuk membuat peta jalan pengembangan SMK; menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai pengguna lulusan (link and match), serta

meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK. Link and match dengan DUDI jadi kunci Revitalisasi SMK, Kurikulum dirancang dengan berorientasi pada penggabungan antara instruction dan construction sehingga pendekatan utama dalam membentuk tahapan pembelajaran yang mengacu pada fase pembelajaran disekolah ataupun praktik di industri dan berorientasi pada hasil proses pembelajaran yang diinginkan

Link and match diartikankan adanya keterkaitan dan kesepadanan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Jika dikaitkan dengan wawasan masa depan, maka link and match mengandung maksud bahwa produk pendidikan yang dihasilkan saat ini adalah produk pendidikan masa lalu, dan proses pendidikan yang kita lakukan sekarang ini adalah untuk masa depan. Hal ini berarti program pendidikan pada  SMK yang berproses selama tiga tahun, disiapkan untuk menghasilkan tamatan yang memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan tiga tahun mendatang, dan memiliki bekal dasar untuk pengembangan diri di masa depan. Oleh karena itu program pendidikan di SMK minimal harus mengandung tiga muatan, pertama kompetensi produktif harus bisa menjembatani lulusan untuk segera mungkin bekerja setelah lulus dari sekolah; kedua memiliki keunggulan kompetensi sebagai faktor keunggulan kompetitif menghadapi persaingan dan sebagai modal kuat untuk menjalin kerjasama; dan ketiga memiliki bekal dasar pengetahuan, keterampilan dan sikap, sebagai bekal dasar untuk penyesuaian diri menghadapi perubahan.

             Dengan paradikma tersebut maka, SMK Muhammadiyah Kramat terus berupaya untuk menyiapakan siswa-siswinya agar mampu menjadi aset bangsa yang dapat terlibat dalam pembangunan di masa depan. Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan salah satunya adalah program kerja sekolah tahunan yaitu kegiatan kunjungan industri dengan tujuan untuk mengembangkan wawasan siswa terhadap dunia kerja. Dengan kunjungan industri siswa akan belajar mengenal kegiatan-kegiatan yang ada di industri, siswa akan melihat proses kerja yang dilakukan karyawan, siswa dapat belajar bagaimana prosedur operasi standar yang harus dilakukan oleh seorang karyawan.

            Kunjungan industri dilaksanakan pada jenjang X atau siswa kelas sepuluh karena kegiatan ini bertujuan untuk  membekali  mereka sebelum mengikuti kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang akan dilaksanakan di kelas sebelas. Melalui pengenalan industri atau perusahaan ini diharapkan mereka nanti saat melaksanakan PRAKERIN mereka tidak canggung lagi. Karena pada Prakerin yang dilaksanakan selama tiga bulan, siswa kelas sebelas harus belajar tidak dalam pengasuhan bapak ibu guru, tetapi mereka harus belajar mandiri dan bekerjasama dengan karyawan perusahaan dan mereka harus mampu menampilkan pribadi layaknya seorang karyawan.

            Ibu Kartiningsih DM, S. Pd selaku ketua panitia kegiatan Kunjungan Industri ke X tahun 2019 SMK Muhammadiyah Kramat (MUHAMKA) menyampaikan bahwa siswa kelas sepuluh yang mengikuti KI sebanyak 436 siswa. Sedangkan pendamping kegiatan ditugaskan bapak ibu guru dan karyawan sejumlah 25 orang. Kunjungan Industri tahun ini dilaksanakan pada bulan april tepatnya tanggal 10, 11 dan  16 April 2019. Hal ini dilakukan karena pada tanggal tersebut kebetulan siswa kelas XII sedang menempuh Ujian Sekolah Bersetandar Nasional, bagi bapak ibu guru yang tidak bertugas sebagai pengawas sehingga dapat ditugasi untuk membimbing siswa siswi kelas sepuluh seperti yang di ungkapk Bapak Afif Mu’zi, SHI yang juga sekretaris pelaksana KI tahun ini.

Adapun tujuan KI tahun ini adalah kebeberapa perusahaan yang ada di daerah Jakarta dan Bogor. Ada enam perusahaan yang di kunjungi yaitu PT. Panasonic Manufacturing indonesia yang dikhususkan untuk  kompetensi keahlian teknik Audio Video (TAV). PT. MNC Animation untuk kompetensi keahlian Multi Media (MM). PT. United Tractor  untuk kompetensi Teknik Pemesian (TPM). PT Kawasaki untuk kompetensi Teknik Kendaraan Ringan (TKR) untuk kelas X TKR 1 dan TKR 2. PT. Suzuki untuk kompetensi Teknik Kendaraan Ringan (TKR) untuk kelas X TKR 3, TKR 4 dan TKR 5. Sementara untuk kompetensi Teknik Bisnis Sepedah Motor Honda (TBSM Honda) melakukan kunjungan di PT. Astra Honda Motor (AHM) Jakarta yang merupakan sekolah binaan dari PT. AHM itu sendiri.

Mengingat jumlah peserta yang sangat banyak maka, panitia bekerja sama dengan perusahaan travel Chas Tour untuk menyiapkan keperluan transportasi, konsumsi dan kebutuhan lainnya. Jumlah armada yang digunakan sebanyak 9 bus yang kesemuanya adalah bus keluaran terbaru sehingga terjamin kenyamanannya imbuh Bapak M. Faqih Hamidi, S.Ag., M. Pd yang juga merupakan seksi kegiatan.  Selain kunjungan industry kami juga membawa anak-anak untuk mengembangkan wawasannya pada tempat-tempat peninggalan sejarah bangsa diantaranya adalah Masjid Terbesar d Asia yaitu Masjid Istiqlal, masjid At-Tiin serta taman impian jaya ancol, dengan kegiatan ini kami berharap akan memupuk rasa cinta tanah air dan menghayati perjuangan dan keagungan peninggalan nenek moyang bangsa, tutur ibu Titin.